AAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

Kamu lagi sedih?

( utk seorang sahabat..)

Dan lalu smua makin trasa semu...hidup trasa kian redup...menimbang asa ygkian ringan melayang,mencari harap yg makin sirna...mencoba membaca tatap yg tk terucap....mendengar nada trasa tk berirama,satu tanya...mengapa? Mencoba jujur mski kian hancur,atau menafikan smua rasa ygbrbalut luka...tetes airmata sll brsahabat dgnku,stumpuk gundah mjd tmnku,dukanestapa menemaniku,,,jika blh menitipkanya pd mataair,andai bsa membiarknya brlalu brsama angin...dan trbang,dan smua trasa ringan...tpi ak tk mampu,,,sayapku trasa patah,napasku terengah engah,aku lelah...yah aku lelah dan menyerah...trlalu indah utk brmimpi trbang,sdg brjalan saja ak tertatih...mgkn nanti,saat tanya... mengapa? Trjawab...
Jantung saya berdetak lebih cepat, setelah membaca tulisan seorang sahabat diatas, tiba-tiba kesedihan jg melingkupi saya. Satu waktu, saya pernah sangat sedih, sampai tidak bisa mendeskripsikannya pada tulisan, dan muncullah:
aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrgggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.........
Saya menjadi aneh:
Menelpon ibu saya berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Tidur seharian
Menyetel nasyid dan ikut menyanyi keras-keras
cekikikan sama temen kos semaleman
nongkrong di he'he'an
ikut demo tanpa tujuan, biar bisa teriak2.
Banyak lagi lainnya yang ternyata sia-sia.....
Kamu lagi sedih?
Ternyata, melerai kesedihan dengan Allah lebih nikmat dan terasa bahagia setelahnya.
Sedih memang tapi tidak menjadi bodoh 
Sedih memang tapi tidak menjadi aneh
Sedih memang tapi tidak menjadi sakit
Kamu lagi sedih?
                            

Rasa

Suatu hari,

                   aku melihat air mengalir dimatamu dan kau terisak

Lalu kusadari bahwa,

Hidup tak lah mudah!

Lalu kusadari

dunia juga tak selalu indah:

                               tapi tak salah, jika kau menangis..

Mungkin bisa redakan sedihmu

hilangkan sesakmu..

lapangkan dadamu

                   Menangislah!

Maukah?

Untuk hati-hati yang bersih,

tulus .........

: dan penuh kebaikkan

Sampai saat ini saya belum bisa mengunjungi semua teman-teman yang ada dalam daftar Friendster saya.

Maafkan ya....

Seharusnya, saya punya kewajiban untuk berkunjung, karena itu adalah upaya saya untuk memintal benang silaturahmi agar tak terputus begitu saja. Meski selalu ada laporan dari admin mengenai update dari teman-teman, tapi tak semuanya bisa saya baca.

Saya ingin, pertemanan kita di dunia maya ini menjadi nilai plus di hadapan Allah, tidak hanya sekedar kesenangan belaka.

Saya ingin membawa nilai kebaikkan dalam hati kita, menjadi ajang kita untuk saling mendoakan dan akhirnya menjadi persaudaraan di surgaNya kelak, amiiiiiiin....

Teman,

Mau kah kau menjadikan pertemanan ini bernilai dihadapan Allah?

Indah melayang

Tulisan ini masih tentang bunga dan saya. ( Saya yang notebene bukan siapa-siapa). Episode saya menyukai tanaman bunga ternyata harus diuji dengan kehilangan ( huhuhuhu...)

Saudara-saudara...

Koleksi bunga anggrek saya hilang dicuri orang, dan hanya menyisakan 2 pot yang kecil dan 1 pot ukuran sedang yang tak terlalu tumbuh sempurna. ( Malingnya milih banget seeh!).

Saya jadi tidak bersemangat bercocok tanam anggrek lagi setelah kecurian. Males bow! Selain merawatnya harus telaten, anggrek larang len..."

hiks....

Saya dan Bunga

Dari dulu saya tak begitu suka bunga, tapi anehnya, saya suka saat ada kiriman bunga utk saya. ( ini cerita dulu, saat ada 'fans' mengirimkan sekuntum mawar merah segar ketika duduk di kelas 3 SMU, hihihi). Dan kiriman bunga mawar merah dirangkai berbentuk hati yg dikirimkan lewat email saya bertuliskan "Kau berarti untukku" ( hehehe)

Dan saya sangat suka, bahkan berteriak senang, ketika suami saya mengirimkan bunga di hari ulang tahun saya ke 25( meski, saat itu cuma pake 'kurir', karena dia di jkt sedang saya masih di Solo). Dengan selembar kartu bertuliskan

' 1/4 abad usia'

love,

Fauzan

Ehem! Dan satu tahun kemudian, saat mas Fauzan membelikan saya bunga 'Faya Lobi' (Red: dari bahasa penduduk asli Suriname yg berarti Cinta Membara), pada hari ibu. Tak ada tulisan, hanya ucapan ' Smoga cepat jadi ibu ya...'. ( karena waktu itu saya sedang menanti kehamilan pertama ).

Dan, mulailah saya mencoba menyukai beberapa bunga. Mau tau cerita serunya?

Bersambung ya..

Lupa

Sehari semalam, berapa amal soleh yang telah kita indahkan?

Terkadang kita lupa, hidup ini hanya sementara saja

Terkadang kita lupa, hidup ini hanya sekedar cobaan

Bila esok, waktu Allah memanggil, apa yang akan kita kata??

Allah, jaga aku selalu dalam kebaikan. Barangkali lalaiku tak terbilang, tapi sungguh Allah jiwa ini milikmu!

Rindu

Pernah gak ngerasa rindu temen-temen atau sahabat  sekolah or kuliah?

Iya niih.., sekarang saya sedang rindu mereka. Sumpah ! Rasanya beda banget dengan rindu pada suami atau rindu pada anak. Bagaimana ya mendifinisikan rindu ini..( agak susah).

Sahabat,

Semoga Allah menjagamu....

'Sekedar minum'

Benar, bahwa menjadi ibu itu tak terbayar dengan gaji berapapun! Bukan karena bilangannya, tapi memang gak ada yang sanggup bayar gaji Ibu.

Setelah berstatus Ibu, hampir semuanya berubah. Ya, hidup saya menyesuaikan dengan anakku, terutama 3 bulan pertamanya.

Salah satunya tentang ini;

Karena sudah tekad kuat, harus kasih ASI untuk Farrel, maka saya berusaha menjaga pola makan dan minum saya. Gizi Farrel tergantung dari ibunya, padahal perkembangan bayi tidak berhenti ketika ia lahir. Saat ini, sampai 2 tahun nanti, ia masih sangat tergantung ayah dan bundanya.

Saya tidak mau memberikan Farrel ASI "sekedarnya", tanpa nilai nutrisi. Akhirnya, konsumsi makanan sehat menjadi perhatian saya. Sayuran hijau, dari brokoli sampai bayem. Buah segar, dari mangga sampai nanas, sampai saya harus minum susu, paling tidak 4 gelas sehari, atau jus 3 gelas sehari. Saya bisa makan 6 kali sehari ( karena setidaknya setiap 3 jam sekali, saya harus memberi ASI), rasanya laper dan haus terus. (Anehnya, saya gak nduts bow, heheheh)

Dan, Alhamdulilah...

Perkembangan berat badan dan tingginya pesat sekali, diikuti perkembangan motorik dan sensoriknya.

Ah, Cinta...

"Dalam harimu

Ada bahagiaku, tangisku, haruku, bahkan rasa yang tak bisa kuberi nama "

Bagi-bagi Neh...

Beberapa hal yang musti diperhatikan para Bunda, para Ayah dan juga Calon Ayah-Bunda :)

Pasca melahirkan kemaren, dapet beberapa pengalaman yang barangkali bisa bermanfaat utk yg lain, ini dia;

1. Setelah melahirkan, rasa lapar bisa datang menghebat ( iya laaah..., pan abis 'berjuang' di medan bernama 'born') Jadi siap2 dengan perbekalan.

2. Setelah  melahirkan Jangan sekali-kali jalan tanpa pengawasan, it's mean harus ada yg kawal. Kemaren aku hampir pingsan di kamar mandi, untungnya masih sempet minta tolong suami, dan nurse yang jaga. Klo memang kondisinya masih lemas, minta nurse pasang cateter ( tulisan bener ora yo..???) Pokoke alat yg di pasang utk tempat kita BAK.

3. Siapkan minum yang banyak, ini membantu kita dalam memproduksi ASI. Dan Alhamdulilah setelah anakku lahir, dibersihkan, diadzani, nurse langsung memberikan padaku utk di susui.

4. Dan para Ayah, kalau kebijakan rumah sakit, bisa di tunggui ( red: menginap) ada baiknya di tunggu malam hari, secara emosi ini membantu para bunda utk pulih. ( ms Zan bela2in tiap malem nginep meski bayar juga, hehehe)

5. Klo bayi kita pengennya tidur terus, musti dipaksa untuk minum ASI, apalagi klo bayi kita kuning. Colostrum ( ASI awal2, ini bagus bgt utk imun tubuhnya). Sedikit2 gpp, asal sering

Rasa Sakit Itu

Kamis, 22 Maret 2007

Bada Subuh

Bermalas-malasan di tempat tidur, dan menikmati hangatnya pelukan suami tercinta ( ^_^ )

Jam 8 pagi

Mandi pagi, terus beres2 kamar so gak menemani sarapan pagi ms Zan. Selesai mandi, mulai ngerasa sakit di bengkean belakang ( bhs INA ne opo yo...). Rasa sakitnya kayak mau datang bulan, mirip2lah..

Terus telp Mama Yami utk curhat soal sakitnya. Mama bilang, klo belum ada 'warna merah jambu' yg keluar atau air tuban, di bawa rileks dulu saja.

Jam 9-an

Sarapan pagi dan minta Mbak Sus ( red; yg kerja di rumah) untuk siap packing bajuku, and my baby plus perlengkapannya. Rasa sakit mulai datang dan pergi, kira2 10 menit sekali.

Jam 10-an

Memutuskan ke rumah sakit, dan OLALA... tidak boleh pulang karena ternyata saudara2, aku sudah bukaan 3 ( red; dlm cm) . Suster menjelaskan, karena aku lahiran pertama, jadi harus sampe bukaan 10. HA..., 7 cm lagi, tapi sakitnya dah luar biasa.

Telp ms Zan utk ngurus2 administrasi ( disini, opname harus bayar dlu sebagai jaminan, sampe tepar sekalipun, klo gak ada jaminan gak bakal di urusin dah!)

jam 11-an

Mulai pake alat pendeteksi konstraksi ( gak tau apa namanya) Tapi, semacam batu yg ditempelkan di perut dan mengirimkan bunyi jantung dan gerakan bayi kita, hasilnya bisa dalam grafik yang terprint di luar. Bunyinya kenceng bangeeeeeeet!! Dug, dug, dug, dug..., dan setiap kontraksi, semakin kenceeeeeng!!

Aku mulai tegang, dan pengennya jalaaaaaaaaaaan, biar sedikit menghilangkan rasa sakit, karena kontraksi semakin cepat, setiap 3 menit 30 detik. Akhirnya memutuskan untuk rebahan dan saving energi plus dzikir, doa dan mulai memasrahkan segalanya pada Allah, apapun nanti yg diberikanNya.

Jam 12-an

Ms Zan dateng dan mengantar ke kamar tempat aku di tempatkan ( red; RS nya, punya ruang periksa ibu hamil sendiri, dan kamar utk ibu melahirkan sendiri juga). Dan bilang akan balik ke kantor utk ijin ke dubes, and bla..bla... ( aku dah setengah hati mendengarkan, soale sedikit jengkel)

Jam 1-an

Kontraksi menghebat, dan akhirnya aku cuma bsa tiduran!

Jam 2-an

Dijenguk Bu Djoko, mama Yami, n oma Kromo. Alhamdulilah..., sedikit terhibur dan minta mereka mendoakan. Sedihnya, ms Zan belum balik ke RS, malah ikut rapat ( tambah jengkel!!!!)

Jam 3-an

Keluar Darah merah, dan langsung cepet2 panggil nurse utk segera dibawa ke ruang periksa. Nurse ternyata panggil bidan ( midwife) utk pemeriksaan selanjutnya. Dokterku cuma jenguk2 aja, kontrol sebentar. Kali ini, di lihat bukaannya sudah sejauh mana. Waaaaaaaaah......, ternyata sudah bukaan 8!!! 2 cm lagi!!!!

Ms Zan masih belum datang juga ke rumah sakit!!!

Aku sudah bener2 berbaring di ruang periksanya, dan dipasangin alat pendeteksi di perut.

Jam 5-an

Dokterku periksa lagi dan bilang " u'r baby like a rocket!!" Melesat dan ingin segera keluar!!! Sempet becandain aku, tp dasarnya lagi kesakitan, aku cuma nyengiiir aja!

Dan Ms Zan masih belum dateng juga, padahal aku dah telp berkali-kali ( mulai pasrah klo lahiran tanpa suami..!!)

5.15

Ketuban pecah, darah mulai keluar, midwife n dokterku memutuskan segera melahirkan meski suami belum datang!!!

Aku dah kesakitan, dan pengen mengejan. Saat2 terakhir ms Zan datang ( Alhamdulilah...)

5.15 - 5.28

Setiap kali mengejan, takbirku tambah kenceng, saking sakitnya sampe gak merasa di 'gunting', karena kepala bayi belum sempurna keluar.

ALLAHU-AKBAR..!!!

5.29.30

Tangis bayi memecah ruangan...........

Alhamdulilah..., aku melahirkan bayiku normal, sehat. Beratnya 2,9 kg, panjangnya 46,5 cm, laki2 dan closely his father!!!

Terima kasih Allah.........

My Photo

Photo Albums